Header Ads

ad728
  • DI ANTARA KASIH SAYANG RASŪLULLĀH ﷺ KEPADA ANAK KECIL

    🌍 BimbinganIslam.com
    👤 Ustadz Arief Budiman, Lc
    📗 Kitāb Fiqhu Tarbiyatu Al-Abnā wa Thāifatu min Nashā'ihi Ath-Athibbāi
    🔊 Halaqah 37 | Di Antara Kasih Sayang Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam Kepada Anak Kecil
    ⬇ Download audio: bit.ly/TarbiyatulAbna-37
    ~~~~

    DI ANTARA KASIH SAYANG RASŪLULLĀH ﷺ KEPADA ANAK KECIL


    بسم اللّه الرحمن الرحيم
    الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، ولاحول ولا قوة إلا بالله أما بعد

    Ma'asyiral mustami'in, para pendengar, pemirsa rahīmakumullāh.

    Ini adalah pertemuan kita yang ke-37 dari kitāb  Fiqhu Tarbiyatul Abnā wa Thāifatu min Nashā'ihi Al Athibbāi, tentang fiqih mendidik atau membimbing anak-anak dan penjelasan sebagian nasehat dari para dokter karya Syaikh Musthafa Al Adawi Hafīzhahullāh.

    و من رحمة الرسول ﷺ بالصغارأيضا

    DI ANTARA KASIH SAYANG RASŪLULLĀH ﷺ KEPADA ANAK KECIL

    Di antara akhlak Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah memiliki sifat rahmah tidak kecuali kepada anak kecil.

    Al Bukhāri dan Muslim meriwayatkan hadīts dari Al Bara bin 'Azib radhiyallāhu 'anhu, ia berkata:

    رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَالْحَسَنُ عَلَى عَاتِقِهِ يَقُولُ "اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ ".

    Aku melihat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, sedangkan Hasan bin Āli ada dipundaknya. Beliau berkata, "Ya Allāh, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah ia."

    (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 3749 dan Muslim 2422)

    Hadīts yang lain dari Abū Hurairah radhiyallāhu 'anhu, ia berkata:

    خَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي طَائِفَةِ النَّهَارِ لاَ يُكَلِّمُنِي وَلاَ أُكَلِّمُهُ حَتَّى أَتَى سُوقَ بَنِي قَيْنُقَاعَ، فَجَلَسَ بِفِنَاءِ بَيْتِ فَاطِمَةَ فَقَالَ " أَثَمَّ لُكَعُ أَثَمَّ لُكَعُ ". فَحَبَسَتْهُ شَيْئًا فَظَنَنْتُ أَنَّهَا تُلْبِسُهُ سِخَابًا أَوْ تُغَسِّلُهُ، فَجَاءَ يَشْتَدُّ حَتَّى عَانَقَهُ وَقَبَّلَهُ، وَقَالَ "اللَّهُمَّ أَحْبِبْهُ وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ"

    Pada suatu hari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pergi, Beliau tidak berbicara kepadaku dan akupun tidak berbicara kepadanya, sehingga kami sampai di pasar Bani Qainuqa'. Kemudian Beliau duduk di serambi rumah Fāthimah. Beliau berkata, "Apakah di sana ada si kecil ?" Ibunya menahan beberapa saat. Menurutku ibunya sedang memaķaikan kalung untuknya atau memandikannya. Tidak lama kemudian  dia datang dengan cepat, sehingga Rasul memeluknya dan menciumnya, Beliau berkata, "Ya Allāh, cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya."

    (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 2122 dan Muslim nomor 2421)

    Hadīts yang lain dari Abū Bakar Ash Shiddīq radhiyallāhu 'anhu, ia berkata:

    سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَلَى الْمِنْبَرِ وَالْحَسَنُ إِلَى جَنْبِهِ، يَنْظُرُ إِلَى النَّاسِ مَرَّةً وَإِلَيْهِ مَرَّةً، وَيَقُولُ  " ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ، وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ"

    Aku mendengarkan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang berdiri berkhutbah di atas mimbar, sedang Al Hasan berada di sebelahnya. Terkadang Beliau melihat kepada orang-orang dan terkadang Beliau memandang Al Hasan, dan Beliau berkata, "Cucuku ini adalah pemimpin. Semoga Allāh mendamaikan dengannya antara dua kelompok yang bersengketa dari kaum muslimin."

    (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 3746)

    Dan ini terjadi (mukzijat nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam) ketika Al Hasan bin Āli bin Abī Thālib mengundurkan diri dari kekhilafahan dan saat itu kepemimpinan diberikan kepada Muawiyyah bin Abī Sufyan radhiyallāhu 'anhu.

    Dan di antara rahmat Beliau kepada anak kecil adalah Beliau pernah menggendong Umāmah binti Zainab (cucu Beliau yang wanita) ketika shalāt. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al Bukhāri dan Muslim, dari Abū Qatadah Al Anshari, ia berkata:

    "Bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam melakukan shalāt sambil menggendong Umamah puteri Zainab binti Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dari suaminya Abul 'Ash bin Ar Rabi' bin Abdisy Syams. Jika Beliau sujud, maka Beliau meletakkannya. Dan jika berdiri Beliau menggendongnya."

    (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 516 dan Muslim II/181)

    Ketika Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengimami shalāt berjama'ah kemudian Beliau mendengar tangisan anak kecil, maka Beliau meringankan shalātnya.

    Sebagaimana hadīts yang diriwayatkan oleh Al Bukhāri dan Muslim dari Anas Mālik radhiyallāhu 'anhu, ia berkata:

    إِنِّي لأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ

    "Sesungguhnya ketika aku akan melaksanakan shalāt dan hendak memanjangkannya, tiba-tiba aku mendengar tangisan seorang anak, akhirnya aku ringankan shalāt karena aku tahu kegelisahan sang ibu karena tangisan anaknya."

    (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 709 dan Muslim nomor 3430)

    Demikian, In syā Allāh nanti kita lanjutkan pada halaqah berikutnya masih berkaitan dengan masalah ini.

    Semoga bermanfaat.

    وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
    واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
    والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728